Pagi itu sebuah pesan singkat masuk ke inbox telepon seluler lawas milikku. Isinya diawali dengan sapaan ramah dan hangat dilanjutkan dengan beberapa rangkaian kata-kata yang cukup membuat pikiran kosongku di tengah suasana lengang itu cukup berputar. Ya, sampai-sampai aku merubah posisi berbaringku di sofa menjadi duduk agak tegak menatap layar kecil ponsel di tanganku itu.
Anda sudah baca bagian pertama? kalau sudah, kita lanjutkan!
Beruntung, kami (Ryan, Azzam, saya dan Heru - sesuai urutan NIP) mendapat izin dari kepala kantor untuk melanjutkan kuliah, kebetulan beliau sangat mendukung bahkan menganjurkan kami untuk meneruskan kuliah. Jadi, sekarang tinggal menentukan mau kuliah dimana….
Hmm… mungkin seharusnya ini saya tulis pertama kali sebelum menulis KaRtu rencana Studi, tetapi disitulah misterinya - hwehehe, gayamu! - mengapa hal-hal yang mungkin oleh sebagian orang dianggap biasa atau bahkan mungkin meaningless dalam kacamata mereka bisa menjadi pertama yang saya ceritakan mengawali cuap-cuap saya tentang kampus. Memang, tidak ada sedikitpun keistimewaan dari acara mengisi [...]