Dalam salah satu sesi kuliah SIA (Sistem Informasi Akuntansi), dosenku menjabarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, beliau bilang kalau materi ini nampaknya belum diajarkan di universitas lain karena memang materi ini baru (dan memang kalo misalnya kuliah di jurusan Teknik Arsitektur dan kawan-kawannya kayaknya nggak akan diajarin deh, Pak!!), bla.. bla.. bla… singkat cerita sampailah materinya kepada Unsur Sistem Pengendalian Intern (SPI), beliau bilang Unsur SPI dalam Peraturan Pemerintah (PP) ini mirip dengan komponen SPI yang dijabarkan COSO (The Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission), bahkan pengertian pengendalian intern di PP ini juga mirip dengan defnisi Pengendalian Intern versi COSO. Jadi saudara-saudaraku yang berbahagia, COSO ini semacam organisasi yang memberikan panduan untuk para eksekutif perusahaan dan juga organisasi pemerintah agar dapat menjalankan business process atau operasional organisasinya menjadi lebih efektif dan efisien, dan di beberapa buku teks yang membahas pengendalian intern, COSO sering dijadikan referensi utama.
So whats the big deal, bro??
Dosenku bilang sebenarnya apa yang dijelaskan atau dirumuskan oleh COSO ini adalah sesuatu yang lumrah, yang lazim, biasa saja dan memang seharusnya seperti itu dimana-mana. Lalu bagaimana hal ini bisa menjadi sebuah standard? Menjadi panduan yang digunakan dimana-mana? Diajarkan ke jutaan mahasiswa?
Dosenku kemudian bilang kalau orang Amerika itu semenjak TK diajarkan untuk bercerita, contoh: mereka dapet PR untuk memperhatikan binatang peliharaan mereka di rumah, anak yang gak punya binatang peliharaan disuruh mencari binatang yang ada di sekitar rumah, mereka harus menceritakan tentang apa yang mereka lihat itu di kelas. Ada yang inget film ‘Kindergarten Cop’? Arnold Schwazenegger menyuruh murid-murid tknya untuk bercerita tentang pekerjaan ayahnya, bisa jadi ilustrasinya adalah seperti itu.
Kembali ke cerita binatang, nah semua murid bercerita dan gurunya selalu memberikan appresiasi positif kepada murid-muridnya, “Good job, Son!!”, “Excellent, Catherine!!”, “Nice Story, Tyler!!” dan sebagainya. Cerita yang dianggap paling bagus akan diberi hadiah oleh gurunya seperti puzzle, buku teka-teki (ada yang nonton film ‘Mercury Rising’?), atau dikasih bintang – star of the day (tonton deh film ‘The School of Rock’!).
Intinya adalah, mereka (Americans) terbiasa untuk mengekspresikan sesuatu, terbiasa untuk mengungkapkan sesuatu yang ada di benak pemikiran-pemikiran, ide-ide kecil, hal-hal yang dilihat di jalanan, di kantor, di rumah, bersama nenek-kakek, bersama pasangan (yuhu, Why Men Cant Listen and Women Cant Read Maps), menceritakannya di kelas, mendiskusikannya bersama teman, memperdebatkannya bersama kolega, menuliskannya, mengekspose, mendapat pulitzer, noble awards, dan lain sebagainya. Sedangkan kita, beberapa di antara kita, saya, terbiasa memikirkan sesuatu namun tak urung jua mengungkapkannya.
Jadi kalau di dalam satu kelas ada mahasiswa Amerika, Eropa dan Asia (termasuk Indonesia), ketika dosen bertanya tentang sesuatu, semua mahasiswa mengerenyitkan dahi, berpikir, mahasiswa Indonesia diam, mahasiswa Amerika mengacungkan tangan dan menjawab, mahasiswa Indonesia bilang ‘lha itu mah gue juga tahu tuh!!’.
Di Amerika dibiasakan bagaimana siswa mampu mengamati sesuatu, dan bagaimana siswa mampu mengilustrasikan kembali apa yang telah dia amati, baik dengan cara mempresentasikannya, menuliskannya atau dengan seminar dan sebagainya. Bagaimana di Indonesia? Kayaknya kita jarang deh disuruh mengamati sesuatu, bercerita, kemudian kalau ceritanya paling bagus dapat hadiah dari bapak/ ibu guru. Ingat! tidak ada cerita yang jelek, semua cerita bagus, hanya saja yang dianggap ‘paling bagus’ yang dapat hadiah.
Apa yang dikisahkan oleh dosen ini benar-benar menohok diriku, yeah I’ve got such feeling, seringkali meremehkan fase dimana sesuatu ditanyakan, tahu jawabannya, takut jawabannya salah, orang lain mengacungkan tangan, menjawab dengan jawaban yang berbeda dari kita, jawabannya ternyata betul, kita bilang dalam hati ‘bah, untung tak aku keluarkan jawabanku satu itu’. Lain kesempatan dan pertanyaan, orang lain menjawab dengan jawaban yang sama dengan kita, jawabannya ternyata betul, kita bilang dalam hati ‘huuuu, itu mah jawaban gue juga tuh, gue juga bisa’. Jangan salah Bung, aku pernah kalah nilai gara-gara kawanku satu itu mendadak jadi sering mengacungkan tangan bertanya atau menjawab, salah ataupun betul.
Banyak hal dan kejadian seperti itu, termasuk menulis di sini, dari dulu banyak yang mau kuungkapkan di sini, eksekusi hukuman cambuk di Blang Pidie, jalan-jalanku ke Nol Kilometer Indonesia, kesempatan dapat dinas ke Mataram, termasuk respon orang-orang di Indonesia tatkala di Amerika tengah terjadi persaingan antara dua orang dalam mendapatkan kursi presiden, kecenderungan beberapa orang di indonesia memihak pada salah seorang kandidat dengan harapan membawa perubahan kepada Indonesia, kawan, aku beritahu ‘whoever wins, we lose’ (pasti engkau tahu kalo ini kuambil dari taglinenya film ‘Alien Vs Predator’).
Tapi entah mengapa setiap kali ide-ide, cerita-cerita itu muncul, sebelum akhirnya dikemukakan, ditengah –tengah lenyap begitu saja, sekarang aku sedikit banyak tahu jawabannya, aku tak biasa. Good thought then, saya harus membiasakan diri mengungkapkan sesuatu, mengilustrasikan sesuatu.
Pernahkah membaca sebuah buku teks, membaca pendefinisian, penjabaran-penjabaran tentang sesuatu atau perumusan tentang sesuatu yang digunakan dimana-mana, bukunya best seller, materinya paling dicari, namun kesan yang muncul di benak setelah membacanya adalah ‘hal-hal tersebut koq biasa saja?’ Yeah, aku pernah, sering. Termasuk ketika pertama kali membaca definisi pengendalian intern versi COSO, jauh sebelum sesi kuliah ini.
‘Sebuah proses, dipengaruhi oleh dewan direksi, manajemen dan personil lain, didesain untuk menyediakan kepastian terhadap pencapaian tujuan dalam efisiensi dan efektivitas dari operasi, kehandalan laporan keuangan dan kepatuhan tehadap penerapan hukum dan peraturan’
Anything specials?
Ps: check this out… versi lain dari sesi kuliah ini
9 Comments
I really liked this post. Can I copy it to my site? Thank you in advance.
???? ??? ?? ?????????.
?????????, ????????..! )
?? ?? ?? ????????
???????, ??????? ?????? ???? ?????????.
?? ? ?? ? ???? ??????… ???? ??????? ?? ???? ????? ? ?????? ????????…
Normally, you can set as a small collection.
Good site
?????????? ??? ????? + ????
?????????? ??? ????? + ????
2 Trackbacks
Flash games 78766…
You can read more here on cool blog……
Flash games 83721…
You can read more here on cool blog……